Sunyi ini makin mencekam
Terjebak dalam ketidakpastian
Meragu menanti sebuah jawaban
Kata pun tak mungkin menguraikannya
Terlihat jelas semuanya
Namun tetap, tak ada jawaban
Terbaca semua untaian kata
Namun tetap, semua tak teraba
Kadang paradigma mematikan rasa
Kadang nurani pun membunuh jiwa
Tapi semua gamang, tak mungkin terjawab
Bahkan alam pun ikut berkonspirasi untuk menyudutkan
Dan sekarang semua menghilang
Tanpa penjelasan, tanpa penyesalan.
Tuesday, October 23, 2012
Sunday, October 21, 2012
Drama
Diam bukan berarti tak peduli, justru penuh arti.
Sore itu mendung
sama seperti wajahmu kala itu.
Murung.
Sekelebat mata itu menatap
tapi tetap bisu
tanpa kata
tanpa rasa
Ku ikat kata-kataku
aku pun diam,
Ku ikuti caramu,
dan kini diam menjelma menjadi hampa
hampa tak bermakna
Terhenyak aku menyaksikannya
Sebuah drama. Tanpa suara.
tanpa cerita,
tanpa makna.
Cerita, tawa, asa, tak ada guna.
Kini hanya aku, kamu, tanpa kita.
Semua hilang, meninggalkan guratan.
Luka.
Sore itu mendung
sama seperti wajahmu kala itu.
Murung.
Sekelebat mata itu menatap
tapi tetap bisu
tanpa kata
tanpa rasa
Ku ikat kata-kataku
aku pun diam,
Ku ikuti caramu,
dan kini diam menjelma menjadi hampa
hampa tak bermakna
Terhenyak aku menyaksikannya
Sebuah drama. Tanpa suara.
tanpa cerita,
tanpa makna.
Cerita, tawa, asa, tak ada guna.
Kini hanya aku, kamu, tanpa kita.
Semua hilang, meninggalkan guratan.
Luka.
Subscribe to:
Comments (Atom)