Ketika logika bertemu dengan hati, semua serasa masuk akal.
Ya, aku salah mengartikan semuanya. Aku bodoh, terlalu bodoh untuk mengerti. Sampai akhirnya semua ku tuangkan di sini. Ya, disini. Dan semua terbongkar. Kamu marah, dan itu wajar.
Tapi salahkah aku yang terjerembab jatuh, tersungkur terlalu dalam, terombang-ambing dalam kesenangan beberapa waktu itu? Kalau aku bisa, akan ku salahkan hati ini, perasaan ini, yang membuat semuanya berantakan. Yang membuatku suka, membuatku nyaman. Tapi kamu tidak tahu, kamu tidak mengerti...
Aku hanya marah, kesal akan sikapmu. Kamu sampah, pikirku waktu itu. Tapi aku tahu aku salah, itu semua karna kesalahanku sendiri, aku yang salah mengartikan semuanya. Kamu baik, terlalu baik, aku tahu itu. Dan karena kebaikanmu itulah yang membuat semuanya seperti ini, membuatku melakukan kesalahan terbesar padamu, menjudgemu dengan semua perkataanku yang tak ku sangka akan membuat jarak diantara kita makin jauh.
Sungguh apapun akan ku lakukan untuk memperbaiki semuanya. Takkan lagi ku berharap, karna memang aku sudah mengubur dalam-dalam semuanya. Semua rasa nyaman itu. Kini hanya ada perasaan tulus untuk menjadi seseorang yang sama dengan yang lainnya untukmu. Aku ingin kita kembali normal seperti dulu, tanpa ada yang disembunyikan, tanpa ada yang tersakiti, tanpa ada yang memendam perasaan lebih kepada yang lainnya. Aku minta maaf, walau aku tahu rasanya berat untuk memaafkan.
Sincerely me,
Somebody that you used to know
No comments:
Post a Comment