Saturday, November 24, 2012

Messenger

Terkadang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diungkapkan. Ada hal-hal yang seharusnya disimpan rapat, tanpa perlu diketahui orang-orang.
Saya tidak bermaksud menjadi puitis. Atau menggunakan berbagai majas untuk melebih-lebihkan. Saya hanya seseorang yang berada ditengah-tengah suatu permasalahan. Saya seorang 'messenger'.
Kalau saya tak mengingat kondisinya, mungkin sudah saya curahkan segala perasaan yang sedang saya rasakan ini. Kalau saya tak mengingat kondisinya.
Kalau saya tak ingat betapa peliknya dan mencekiknya situasi ini, mungkin saya sudah bercerita tentang ini semua ke orang-orang yang saya percaya hanya sekedar untuk melepas sedikit perasaan tidak nyaman ini.
Lagi-lagi saya meyakinkan diri saya bahwa ini bukanlah beban. Ini bukan beban, Nanda.
Secarik kertas saja yang membuat ini rumit. Hanya selembar kertas itu saja.
Secarik kertas yang bahkan saya tidak membaca langsung isinya. Secarik kertas yang membuat banyak air mata terbuang, yang sepertinya akan membuat kehidupan selama setahun mendatang penuh tekanan dan kecemasan. Screw you, paper!! Screw you!
Andai ada obat ataupun sesuatu yang dapat menghilangkan ingatan itu. Ingatan saat sore dua hari kemarin. Ingatan yang sangat menyedihkan. Sangat menyedihkan hingga saya tidak tahu harus bagaimana, saya tidak tahu harus berbuat apa. Hingga saya hanya bisa mengeluarkan air mata. Tanpa henti, di sore hari itu.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh saya, ataupun mereka. Kekuatan kami sekarang hanya pada doa, dan harapan. Ya, harapan.

Friday, November 9, 2012

Filosofi Gelang

Hari ini terasa sangaaaaat panjaangggg, seharian bareng orang paling ga jelas sedunia, sebut saja namanya Tita. Ya walaupun begitu kita produktif loooh, produktif dalam menghabiskan uang (baca: hedon) hahaha... Gue sama Tita telah menciptakan sejarah baru, yakni membuat sebuah MAHAKARYA yang belum tentu orang lain bisa bikin kayak kita. Agak lebay sih ya memang, tapi kalo ga lebay bukan Nanda namanya haha *Irnanda-ers pasti mengerti :)*

Merangkak Keluar dari Mulut Macan

Aloha Irnanda-ersss!! Gue tau ini adalah waktu yang cukup lama untuk tidak tampil dalam dunia per-blog-an akhir-akhir ini, dan gue tau pasti kalian merindukan kehadiran gue. Tulisan-tulisan gue yang terakhir gue tulis juga cuma sekedar basa-basi yang hanya gue dan Tuhan yang tau maknanya apa hahaha. Well, inspirasi buat nulis dan nyeritain tentang hal-hal bodoh yang berkeliaran dihidup gue seakan hilang ditelan macan. Oke, jangan tanya macan-nya darimana, karena gue ga melihara macan.
Sebenernya buanyak banget skenario hidup yang telah gue lalui selama ini dan ga gue publish karena gue butuh privacy, gue gamau kehidupan pribadi gue jadi konsumsi publik, tapi kebanyakan yang melow-melow yang gue inget sih haha, but you know, hidup terlalu PENDEK kalo lo cuma ngabisin waktu yang lo punya buat bikin hidup lo tambah melow *ngomong sama bayangan dicermin*.
Ada nih kata-kata gitu gue nemu, yang pas banget sama salah satu adegan dalam hidup gue kemarin-kemarin.. Ya intinya sih ya, gue pengen nge-post tentang kata-kata ini, tapi kenapa prolognya jadi kepanjangan gini ya hahahaha

It's kinda fucked up, isn't it?
How all of sudden, someone just wakes up and decides to never talk to you again. No reason. No explanation. No words said. They just leave you hanging like you never meant shit to them, and what hurts the most is how they made it look so easy.

Begitu kampret bukan situasi seperti itu? :')