Terkadang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diungkapkan. Ada hal-hal yang seharusnya disimpan rapat, tanpa perlu diketahui orang-orang.
Saya tidak bermaksud menjadi puitis. Atau menggunakan berbagai majas untuk melebih-lebihkan. Saya hanya seseorang yang berada ditengah-tengah suatu permasalahan. Saya seorang 'messenger'.
Kalau saya tak mengingat kondisinya, mungkin sudah saya curahkan segala perasaan yang sedang saya rasakan ini. Kalau saya tak mengingat kondisinya.
Kalau saya tak ingat betapa peliknya dan mencekiknya situasi ini, mungkin saya sudah bercerita tentang ini semua ke orang-orang yang saya percaya hanya sekedar untuk melepas sedikit perasaan tidak nyaman ini.
Lagi-lagi saya meyakinkan diri saya bahwa ini bukanlah beban. Ini bukan beban, Nanda.
Secarik kertas saja yang membuat ini rumit. Hanya selembar kertas itu saja.
Secarik kertas yang bahkan saya tidak membaca langsung isinya. Secarik kertas yang membuat banyak air mata terbuang, yang sepertinya akan membuat kehidupan selama setahun mendatang penuh tekanan dan kecemasan. Screw you, paper!! Screw you!
Andai ada obat ataupun sesuatu yang dapat menghilangkan ingatan itu. Ingatan saat sore dua hari kemarin. Ingatan yang sangat menyedihkan. Sangat menyedihkan hingga saya tidak tahu harus bagaimana, saya tidak tahu harus berbuat apa. Hingga saya hanya bisa mengeluarkan air mata. Tanpa henti, di sore hari itu.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh saya, ataupun mereka. Kekuatan kami sekarang hanya pada doa, dan harapan. Ya, harapan.
No comments:
Post a Comment